Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jika seorang imam langsung berdiri setelah sujud kedua pada rakaat kedua, maka makmum hendaknya

Jika seorang imam langsung berdiri setelah sujud kedua pada rakaat kedua, maka makmum hendaknya ....

A. Langsung dunduk untuk tasyahud awwal.
B. Mengingatkan dengan batul-batuk kecil.
C. Mengingatkan dengan mengucapkan Subhanallah.
D. Ikut berdiri sesuai dengan gerakan imam.

PEMBAHASAN:

Imam adalah pemimpin dalam sholat berjamaah dan makmum adalah mereka yang dipimpin sholat berjamaah oleh imam. Sudah seharusnya makmum mengikuti imam dan tidak boleh mendahuluinya, apabila imam lupa, hendaknya makmum mengucapkan tasbih atau Subhanallah. Jika imam terus lanjut, makmum harus mengikutinya.

Dalam kitab-kitab fiqih, ulama’ menjelaskan tentang tata cara mengingatkan imam yang sedang lupa. Mereka membedakan tata cara tersebut antara laki-laki dan perempuan. Untuk makmum laki-laki cukuplah membaca tasbih (Subhanallah…) dengan niat dzikir kepada Allah. Sedangkan bagi ma’mum perempuan dengan cara menepukkan telapak tangan kanan kebagian atas tangan kiri, sebagaimana penjelasan dalam kitab Syarah Fathul Qarib:

وإذا نابه شيء في الصلاة سبح فيقول سبحان الله بقصد الذكر

Jika seorang imam (jamaah laki-laki) lupa dalam shalat, maka ma’mum cukuplah bertasbih dengan niat dzikir

وإذا نابها شيء في الصلاة صفقت بضرب اليمنى على ظهر اليسرى

Meski demikian perlu diingat dan digaris bawahi, jika seorang ma’mum dalam jamaah shalat laki-laki mengingatkan imam dengan cara bertasbih dengan niat mengingatkan saja tanpa ada niat dzikir kepada Allah, maka shalatnya ma’mum tersebut dianggap batal. Atau jika dalam jamaah perempuan menepukkan tangan dengan niat bermain-main, maka shalatnya juga dianggap batal.

JAWABAN: C

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/47200/cara-mengingatkan-imam-yang-lupa

Posting Komentar untuk "Jika seorang imam langsung berdiri setelah sujud kedua pada rakaat kedua, maka makmum hendaknya"

Berlangganan via Email